Steven Hao, 30 tahun, salah satu pendiri dan CTO (Chief Technology Officer) perusahaan Cognition, menjadi anggota termuda dalam daftar Forbes 400 2026. Kekayaannya diperkirakan Forbes sebesar $5,8 miliar.
Cognition adalah startup yang menciptakan Devin — agen AI otonom yang mampu menulis, menguji, memperbaiki, dan menerapkan kode perangkat lunak secara mandiri. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2023 oleh tiga mantan juara pemrograman kompetitif: Steven Hao, Scott Wu (CEO), dan Walden Yan.
Pada September 2026, Cognition mengumpulkan lebih dari $2 miliar dengan valuasi $48 miliar (putaran dipimpin oleh Andreessen Horowitz dan Accel). Selama empat bulan sebelumnya, pendapatan perusahaan hampir berlipat ganda dan mencapai hampir $900 juta secara tahunan. Di antara kliennya — NVIDIA, Citibank, Mercedes-Benz, GE Aerospace, dan perusahaan besar lainnya.
Ternyata Hao menjadi miliarder justru berkat "programmer AI" yang ia sendiri turut menciptakan. Dahulu, pemuda ini bermimpi bekerja sebagai programmer di perusahaan teknologi besar. Kini, seorang programmer dapat menciptakan rekan kerja buatan — dan dirinya sendiri menjadi miliarder.
Karya utama Cognition adalah agen AI bernama Devin. Ia disebut programmer AI: ia mampu menulis kode secara mandiri, menemukan dan memperbaiki kesalahan, mengerjakan tugas teknis, dan menggarap proyek nyata hampir seperti anggota tim yang utuh.
Devin diciptakan bukan sekadar sebagai asisten yang menyarankan baris kode berikutnya. Ia dapat diberi tugas, lalu kita menyaksikan bagaimana ia merencanakan pekerjaan, mencari informasi yang diperlukan, menguji solusi, dan memperbaiki kesalahannya sendiri.
Kisah Hao terasa lebih mengesankan lagi karena sejak muda ia sudah dianggap sebagai programmer luar biasa. Pada tahun 2014 ia meraih medali emas di Olimpiade Internasional Informatika, kemudian bekerja sebagai insinyur di industri AI, dan pada tahun 2023 bersama para mitranya mendirikan Cognition.
Kini, programmer digital yang mereka ciptakan membantu orang menulis kode, sementara para penciptanya — melesat naik dalam peringkat orang-orang terkaya di dunia.
Tampaknya, profesi masa depan bukan lagi sekadar programmer. Melainkan orang yang berhasil menjadi yang pertama menciptakan programmer bagi orang lain.


