Stablecoin di XRPL Tembus $900 Juta: Bukan Cuma RLUSD, Persaingan Mulai Mengubah Aturan Main

Diedit oleh: Yuliya Shumai

Total volume stablecoin di XRP Ledger kini hampir menyentuh angka 900 juta dolar, dengan pertumbuhan mencapai lebih dari 20 persen dalam satu bulan terakhir. Meski RLUSD dari Ripple menjadi penyumbang terbesar angka tersebut, munculnya penerbit kedua yaitu USDV dari Valtorum yang telah mengumpulkan hampir 40 juta dolar menjadi sinyal perubahan yang sesungguhnya.

Dinamika ini tampak sangat menarik di kawasan Asia dan Oseania, di mana pengiriman uang lintas batas menjadi kebutuhan sehari-hari bagi jutaan orang maupun perusahaan. XRPL yang sebelumnya lebih dikenal sebagai jaringan eksklusif Ripple, kini perlahan bertransformasi menjadi platform terbuka tempat berbagai pihak dapat menerbitkan dolar digital. Langkah ini mengurangi ketergantungan pada satu pemain tunggal sekaligus menciptakan infrastruktur penyelesaian transaksi yang lebih tangguh.

Ada ketertarikan tersembunyi yang cukup jelas di sini: bank dan perusahaan teknologi finansial di kawasan tersebut tengah mencari cara untuk menghindari biaya tinggi dari sistem tradisional tanpa mengorbankan aspek transparansi dan kecepatan. Kehadiran stablecoin kedua ini membuktikan bahwa pasar mulai menguji model "banyak penerbit dalam satu jalur". Bagi pengguna biasa, hal ini berarti lebih banyak pilihan instrumen untuk menyimpan dan mengirim aset tanpa harus terikat pada satu merek tertentu.

Bayangkan sebuah rekening bank yang memungkinkan Anda menyimpan dolar dari dua penyedia berbeda, namun semua transaksinya berjalan mengikuti aturan jaringan yang seragam. Skenario inilah yang sedang dituju oleh XRPL. Pertumbuhan USDV, meski saat ini masih kecil jika dibandingkan dengan RLUSD, telah memaksa para pelaku pasar untuk meninjau kembali strategi mereka: siapa yang akan menjadi penerbit berikutnya dan penawaran apa yang akan diberikan kepada pelanggan di Asia.

Secara psikologis, hal ini mengingatkan kita pada kebenaran lama: ketika uang tidak lagi bergantung pada satu sumber tunggal, alirannya menjadi lebih tahan terhadap guncangan eksternal. Di tengah volatilitas dan perubahan regulasi di berbagai negara Asia, diversifikasi semacam ini memberikan keuntungan nyata bagi investor individu maupun pelaku usaha kecil.

Walaupun volume USDV saat ini belum begitu besar, fakta kehadirannya saja sudah mulai mengubah ekspektasi pasar. XRPL kini bukan lagi sekadar "jaringan Ripple", melainkan telah menjadi infrastruktur bersama tempat persaingan antar-penerbit bekerja demi kepentingan pengguna akhir.

4 Tampilan

Sumber-sumber

  • XRPL stablecoins surge to $900M, but the breakout trend is not RLUSD

Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:

🔴EXCLUSIVE @block_stories@ODDO_BHF becomes the first European bank to integrate its stablecoin reserves into its fractional-reserve system👇 As @paddi_hansen pointed out last week 👉 while the MiCA regulation requires electronic money institutions such as Circle or Paxos to

Image
Patrick Hansen
Patrick Hansen
@paddi_hansen

Will we ever see a BBSBS - a bank balance sheet-backed stablecoin - in the EU? 🤔 I had to come up with a new stablecoin acronym and I hope it sticks🤣 One under-discussed aspect of MiCA: bank-issued stablecoins in the EU don’t necessarily need full reserve backing. Banks can

Image
13
Reply
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.