Saat ini, Samsung tidak lagi sekadar berfokus pada pelacak kebugaran biasa, melainkan menjadikan kesehatan cerdas sebagai ekosistem digital yang menyeluruh. Di ajang VivaTech 2026, perusahaan ini memperkenalkan Connected Care—sebuah platform yang menyatukan Samsung Health, ponsel pintar, jam tangan, dan layanan AI ke dalam satu skenario bantuan bagi pengguna.
Konsepnya sederhana namun sangat kuat: tidak hanya menghitung langkah dan kalori, tetapi juga menganalisis kondisi tubuh secara real-time dan memberikan informasi tentang apa yang sedang terjadi pada organisme kita. Berdasarkan data Samsung, sistem baru ini dibangun di atas lima pilar utama—tidur, aktivitas, nutrisi, kesadaran, serta indikator fungsi vital.
Hal yang paling menarik adalah upaya Samsung untuk mengubah aplikasi konvensional menjadi asisten digital pribadi. Fitur-fitur baru seperti Vitals, Heart Health Score, Daily Cardio Load, dan Fitness Index dirancang untuk membantu orang lebih memahami sinyal tubuh mereka, bukan sekadar melihat grafik kaku setelah berolahraga.
Bagi pengguna, ini berarti pendekatan kesehatan yang lebih hidup: sistem tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga menghubungkan satu sama lain. Jika sebelumnya aplikasi semacam ini sering kali terbatas pada statistik, kini Samsung jelas ingin agar Samsung Health mulai berperan sebagai konsultan kesehatan harian.
Di samping itu, peluncuran ini tidak hanya bersifat teknis tetapi juga strategis. Samsung telah mengintegrasikan platform baru ini dengan perangkat wearable generasi mendatang, yang berarti ke depannya mungkin tidak hanya ada pembaruan aplikasi, tetapi juga gelombang baru jam tangan dan gawai yang dioptimalkan untuk pemantauan kesehatan berbasis AI.
Poin pentingnya adalah layanan semacam ini selalu memicu pertanyaan tentang akurasi, privasi, dan manfaat nyatanya. Namun, saat ini Samsung bertaruh bahwa pengguna siap memercayai algoritma lebih dari sekadar penghitungan langkah, terutama jika sistem tersebut membantu mendeteksi sinyal peringatan lebih dini.
