Sepertinya umat manusia akhirnya mengalami terobosan teknologi yang sesungguhnya!
Sementara sebagian perusahaan mengajari kecerdasan buatan menulis puisi, melukis, dan berfilsafat tentang makna hidup, para insinyur Amerika memutuskan untuk menangani masalah yang selama berabad-abad merusak suasana hati jutaan orang.
Mereka menciptakan robot yang akan membuang sampah sendiri! Di Boston, AS.
Dan yang paling hebat — robot itu tidak hanya harus mengangkut kontainer ke tepi jalan, tetapi juga mengembalikannya setelah truk sampah datang.
Artinya, orang tidak perlu keluar rumah sama sekali!
Kenalkan, Curbie — pahlawan kecil dalam urusan sampah besar!
Pengembangan tak biasa ini diperkenalkan oleh perusahaan Boston, Revere Robotics.
Robot itu diberi nama Curbie.
Berbeda dari mesin humanoid yang biasa, ia tidak memiliki kepala, tangan, atau kaki.
Ia tidak perlu tampak seperti manusia, berbicara, atau menunjukkan emosi.
Tugasnya jauh lebih penting.
Ia harus membebaskan para pemilik rumah dari keharusan menyeret tong sampah berat ke tepi jalan pada pukul enam pagi, di tengah hujan atau salju!
Mekanisme kecil dipasang pada poros logam roda kontainer sampah biasa dan menggerakkannya.
Menurut gagasan para pengembang, pada hari pengangkutan sampah Curbie akan mengantar tong sampah ke tepi jalan sendiri, menunggu kontainer dikosongkan, lalu mengembalikannya ke tempat semula.
Bahkan, tidak perlu membeli tong sampah khusus.
Robot itu harus bekerja dengan kontainer yang sudah ada.
Setuju, ini brilian!
Robot yang benar-benar ditunggu di rumah!
Bayangkan pagi hari biasa sebuah keluarga.
— Sayang, kamu sudah membuang sampah?
— Belum.
— Kenapa?
— Karena sekarang kita punya robot untuk itu!
— Lalu robotnya di mana?
— Sedang membuang sampah!
— Lalu kamu sedang apa?
— Mengawasi kemajuan teknologi! 🤣
Dan memang, jika sistem semacam ini berhasil beroperasi, akan berkurang satu pertengkaran keluarga.
Tidak perlu lagi memperdebatkan siapa yang hari ini giliran mengeluarkan kontainer, siapa yang lupa melakukannya, dan mengapa truk sampah sudah pergi.
Robot itu tinggal menjalankan tugasnya.
Setidaknya, itulah yang ingin dicapai para penciptanya.
Namun ada satu masalah kecil
Saat ini Curbie masih dalam tahap pengembangan dan pengujian.
Perusahaan masih mengerjakan keandalan pemasangan pada kontainer, daya motor, dan keamanan pergerakan otonom.
Tugas yang sangat tidak mudah adalah mengajari perangkat ini bekerja di jalan setapak yang tidak rata, salju, dan es.
Sebab, satu hal adalah menggulingkan tong kosong dengan tenang di atas aspal kering.
Dan hal yang sama sekali berbeda adalah menyeret kontainer berat melewati tumpukan salju!
Para pengembang juga mengakui bahwa perlu diselesaikan persoalan kestabilan tong sampah dan pengisian daya perangkat di luar ruangan.
Bayangkan robot itu pergi membuang sampah, terjebak di salju, dan mengirim pesan kepada tuannya:
«Tolong! Sekarang aku juga yang harus dibuang!» 😂
Sementara itu, harga Curbie dan tanggal mulai penjualannya belum diketahui.
Namun, ide itu sendiri sudah menarik perhatian para penggemar teknologi.
Lalu apa selanjutnya?
Jika para insinyur berhasil membawa pengembangan ini hingga ke produksi massal, asisten kecil seperti ini bisa menjadi hal biasa di dekat rumah-rumah pribadi.
Dan mungkin ini baru permulaan.
Hari ini robot membuang sampah.
Besok membersihkan salju.
Lusa mengumpulkan daun-daun yang berguguran.
Dan setelah itu ia akan belajar menemukan kaus kaki yang secara misterius menghilang setelah dicuci.
Nah, saat itulah umat manusia benar-benar bisa berbicara tentang datangnya era teknologi baru!
Yang paling lucu, ketika sebagian robot berusaha menggantikan penulis, seniman, dan programmer, Curbie justru memilih profesi yang akan diberikan orang-orang kepadanya dengan senang hati tanpa perlawanan apa pun.
Tanpa pemogokan, protes, dan kekhawatiran akan lapangan kerja.
Sebaliknya!
«Robot tersayang, ambillah pekerjaan ini selamanya! Dan tolong, jangan lupa mengembalikan kontainernya!» 🤣
Tinggal mengajarinya satu keterampilan berguna lagi — menemukan sendiri siapa di keluarga yang meninggalkan kemasan kosong di lemari es.
Nah, saat itulah kecerdasan buatan akhirnya akan benar-benar mendapat rasa hormat kita! 😂

