Di karpet merah festival di San Sebastián pada 23 September, semua mata tidak hanya tertuju pada Brad Pitt, tetapi juga pada pendampingnya. Ines de Ramon tampil dengan gaun renda hijau semi-transparan berpotongan leher dalam, tali tipis, dan punggung terbuka — busana yang langsung menjadi aksen mode utama malam itu.
Pasangan ini sudah untuk kedua kalinya mendampingi premiere film «Heart of the Beast»: pertama di Tennessee, kini di Spanyol. Jika sebelumnya Ines lebih memilih siluet yang romantis dan tertutup, kali ini pilihannya jatuh pada model yang terbuka, hampir seperti lingerie, yang menonjolkan bentuk tubuh dan menciptakan efek sedikit berani.
Penampilan ini muncul di tengah kampanye promosi aktif film tersebut. Pitt mempromosikan thriller tentang bertahan hidup, sementara de Ramon, wakil presiden sebuah merek perhiasan, semakin sering menjadi pusat perhatian justru sebagai pendamping tetapnya. Penampilan publik pasangan ini dalam beberapa bulan terakhir — dari US Open hingga pernikahan Taylor Swift — menunjukkan bahwa mereka tidak menyembunyikan hubungan mereka.
Gaun berani itu berfungsi sebagai sinyal visual: Ines bukan sekadar mendukung pasangannya, ia mengambil tempatnya sendiri di karpet merah. Di industri di mana pendamping para bintang sering kali tetap berada dalam bayang-bayang, pilihan busana seperti ini menunjukkan kepercayaan diri yang tumbuh dan keinginan untuk mengendalikan citranya sendiri.
Bagi Pitt, yang kariernya mengalami babak baru, kehadiran de Ramon di setiap tahap tur menciptakan kesan stabilitas. Pasangan ini tampak kompak, dan penampilan mereka — kelanjutan dari strategi yang sama: tidak ada sedikit pun isyarat kerahasiaan, hanya foto bersama dan busana yang mencolok.
Pada akhirnya, malam di San Sebastián menunjukkan bukan sekadar momen mode, melainkan evolusi status publik Ines de Ramon — dari sosok latar menjadi peserta setara dalam maraton promosi Hollywood.
