Pada bulan Desember 1980, John Lennon memberikan sebuah wawancara yang menjadi momen terakhir dalam hidupnya. Kini Variety mempersembahkan sebuah film dokumenter yang menampilkan rekaman tersebut secara lengkap untuk pertama kalinya, disertai cuplikan langka serta kesaksian dari para kerabatnya.
Film ini membawa penonton menyelami kehangatan suasana apartemen Lennon dan Ono di New York. Lensa kamera mengabadikan percakapan santai tentang musik, politik, hingga kehidupan pribadi tanpa polesan panggung maupun gaya yang dibuat-buat. Penonton dapat mendengar suara yang terdengar jujur dan sarat akan kelelahan, bukan sekadar suara seorang megabintang.
Mengapa baru sekarang: penggunaan materi arsip pada tahun 2023 mendorong studio untuk merilis karya ini bertepatan dengan peringatan 45 tahun kematian tragis sang musisi. Hal ini juga sejalan dengan gelombang ketertarikan publik terhadap rekaman lawas The Beatles serta kemungkinan munculnya biografi-biografi baru.
Dokumenter ini tidak berupaya mengulas motif pembunuhan atau membangun narasi yang dramatis. Film ini hanya menunjukkan sosok pria yang berbicara tentang masa depan untuk terakhir kalinya, tanpa tahu bahwa masa depan itu tidak akan pernah datang baginya. Tersisa hanyalah perasaan duka yang tenang serta rasa hormat mendalam bagi mereka yang menyaksikannya terhadap sosok yang takkan kembali.
Film ini wajib ditonton oleh siapa pun yang ingin mengenal Lennon apa adanya tanpa balutan mitos. Namun bagi yang lain, film ini mungkin terasa terlalu bersahaja dan kehilangan kemilau yang biasanya melekat pada sosok legenda rock dunia.



